Proposal
Pencegahan Perilaku Merokok pada siswa SMK Cinta Kasih Tzu Chi
Anggota Kelompok:
Agriandra Saputra
Lim Vanya Helen
Jessica Hansen
Melvin Timothy
Vonilia Octavia
Yulio Ricardo
- A. Pendahuluan
- a. Latar Belakang Masalah
Merokok adalah kegiatan menghisap rokok yang sudah menjadi kebiasaan untuk kehidupan sehari-sehari manusia. Merokok sendiri masih banyak dilakukan oleh banyak orang, mulai dari orang dewasa hingga para remaja. Pada remaja saat ini, perilaku merokok merupakan kegiatan yang tidak tabu. Kegiatan merokok sangat sulit untuk dihindari oleh manusia dikarenakan zat adiktif yang terdapat pada rokok, namun dampak yang ditimbulkan dari perilaku merokok sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar maupun kesehatan diri sendiri. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan, mengingat anak remaja yang masih dalam usia dini sudah mulai merusak tubuhnya dengan perilaku merokok.
Rokok memiliki banyak sekali kandungan yang bahaya bagi tubuh manusia. Kandungan yang berbahaya pada rokok sendiri ada nikotin, tar, dan karbon monoksida. Kandungan-kandungan yang terdapat dalam rokok dapat menyebabkan penyakit jangka panjang maupun penyakit jangka pendek. Bahkan bagi orang yang hanya berada disekitar dan menghirup asap rokok atau biasa disebut perokok pasif mereka memiliki resiko terkena penyakit jantung atau serangan jantung.
Kandungan Nikotin pada rokok merupakan senyawa pirolidin yang bersifat adiktif dan menimbulkan rasa ketagihan. Nikotin menyebabkan efek ketergantungan pada otak dan toksisitas pada fungsi kognitif sehingga memunculkan gejala sulit berkonsentrasi. Selain itu, nikotin dapat merusak jaringan-jaringan pada otak, menyebabkan penyempitan pembuluh darah, dan masih banyak masalah kesehatan lainnya. Efek ketergantungan terhadap nikotin inilah yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif yang mengganggu konsentrasi para remaja sehingga berdampak pada proses pembelajaran.
Kandungan Tar pada rokok menjadi masalah besar lainnya bagi tubuh manusia. Tar merupakan kumpulan dari banyak senyawa kimia dalam komponen asap rokok. Kandungan kimia dalam tar yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan pada rambut yang melapisi permukaan organ paru-paru serta membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran napas, dan paru-paru. Rusaknya rambut yang melapisi permukaan organ paru-paru dapat berdampak pada kemampuan paru-paru untuk menyaring bakteri ataupun kuman yang masuk ke dalam paru-paru manusia. Komponen tar yang mengandung radikal bebas juga menimbulkan resiko terkenanya penyakit kanker.
Karbon monoksida, karbon monoksida yang masuk ke dalam darah dapat memicu terjadinya gangguan pada pernapasan, sakit kepala, dan juga masalah psikologis berupa depresi. Jika karbon monoksida terus berlanjut masuk ke dalam tubuh manusia, dapat mengakibatkan terjadinya masalah kesehatan yang lebih serius bagi tubuh manusia. Karbon monoksida menyebabkan penurunan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh sehingga menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah.
Menurut WHO (2008), merokok dalam jangka panjang sudah menjadi penyebab utama dari penyakit-penyakit mematikan yang ada. Diantaranya ada serangan jantung, kanker, dan penyakit pada paru-paru. Dari laporan WHO didapat data bahwa terdapat 1,3 milyar jiwa yang merokok di dunia. Pada tahun 2008 disebutkan bahwa Indonesia berada di urutan ke 28 dengan angka 1.085 batang perorang dalam satu tahunnya.
- b. Perumusan Masalah
Perilaku merokok ini tidak hanya terjadi dikalangan orang dewasa, yang mengkhawatirkan adalah sudah banyak remaja bahkan anak dibawah umur yang tidak takut untuk melakukan perilaku merokok. Hal ini juga termasuk para pelajar di SMK Cinta Kasih Tzu Chi yang sebagian siswa merokok. Melihat kondisi seperti itu, penulis kemudian merasa tertarik untuk membuat projek ini.
Penelitian terhadap cara pencegahan perilaku merokok di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa fokus dari penelitian adalah:
- Bagaimana cara mencegah dampak merokok pada siswa SMK CInta Kasih Tzu Chi?
- Apakah faktor yang mendorong para siswa untuk merokok?
- Apa dampak yang timbul akibat perilaku merokok siswa SMK Cinta Kasih Tzu Chi?
c. Tujuan Penelitian
Dari latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka penulis dapat memberitahukan tujuan penelitian sebagai berikut.
- Mengetahui bahaya dampak rokok terhadap siswa SMK Cinta Kasih Tzu Chi.
- Memahami efek bahaya dan dampak dari rokok terhadap tubuh.
- Mengetahui faktor yang mendorong siswa untuk merokok.
d. Kontribusi Penelitian
Sosialisasi seminar diharapkan dapat memberikan dorongan kepada siswa SMK Cinta Kasih Tzu chi dalam menghindari rokok yang mengandung banyak zat-zat kimia berbahaya. Sosialisasi seminar juga diharapkan dapat bermanfaat secara langsung dalam mengedukasi siswa SMK Cinta Kasih Tzu chi, bisa kita lihat dengan perubahan sikap siswa SMK Cinta Kasih Tzu Chi dalam menanggapi rokok. Hasil presentasi seminar bisa dijadikan sebagai poster dan larangan bagi siswa SMK Cinta Kasih Tzu Chi dalam menanggapi rokok.
e. Definisi Operasional
Rokok adalah lintingan atau gulungan tembakau yang digulung/dibungkus, rokok memiliki panjang sekitar sebesar kelingking dengan panjang 8-10cm. dan rokok biasanya dihisap setelah ujungnya dibakar. Rokok adalah pabrik bahan kimia berbahaya. Oleh karena itu dilakukanya pencegahan merokok pada siswa SMK Cinta Kasih Tzu Chi yang dipublikasikan dalam sosialisasi seminar.
B. Tinjauan Pustaka
- Rokok
- Pengertian
Rokok adalah hasil olahan tembakau yang dibungkus. Tembakau dihasilkan dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Ristica dan jenis lainya yang didalamnya mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Sedangkan, asap rokok merupakan asap yang dihasilkan dari pembakaran rokok. Asap rokok terdiri dari asap utama dan asap sampingan, asap utama yaitu asap yang dihirup ke dalam paru-paru perokok, sedangkan asap sampingan adalah asap rokok yang berasal dari ujung rokok yang terbakar.
- Kandungan pada asap rokok
Asap rokok juga membawa bahaya dari sejumlah tembakau dan juga hasil dari pembakaran. Sekitar 60% asap rokok terdiri dari gas dan uap, diantaranya adalah karbon monoksida, hidro sianida, nitric acid, nitrogen dioksida fluocarbon, asetone dan amonia. Penelitian mengungkapkan bahwa sedikitnya ada 9 dari gas yang terkandung dalam asap rokok sangat berbahaya bagi paru-paru.
- Tar
Tar merupakan kumpulan bahan kimia yang terkandung dalam daun tembakau maupun ditambahkan pada proses pertanian dan proses pembuatan rokok.
- Nikotin
Nikotin merupakan alkolid toksis yang terkandung dalam tembakau. Zat ini lah yang membuat rasa kecanduan pada perokok.
- Karbon Monoksida
Karbon monoksida merupakan gas yang beracun dan tidak berwarna yang ada dalam asap rokok. Kandungan di dalam asap rokok yaitu sebesar 2-6%.
b. Bahaya yang ditimbulkan oleh asap rokok
Anak dibawah umur rentan menjadi perokok pasif dibandingkan dengan kelompok umur lainya, dikarenakan mereka tidak dapat menghindar dari perokok aktif ketika di dalam rumah atau lingkunganya. Perokok pasif dan aktif memiliki resiko yang sama dikarenakan perokok pasif juga ikut menghirup asap rokok dari perokok aktif. Asap utama mengandung 25% zat berbahaya sedangkan zat sampingan mengandung 75% zat berbahaya yang ada pada asap rokok, sehingga resiko kesehatan lebih banyak dialami oleh perokok pasif. Adapun resiko kesehatan yang akan dialami oleh perokok aktif dan pasif antara lain:
- Penyakit paru-paru
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran nafas dan jaringan paru-paru. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh WHO , kanker paru merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia, dimana 1 kasus kanker paru ditemukan setiap harinya. Sekitar 80% kanker paru disebabkan karena merokok.
- Penyakit Jantung Koroner
Pengaruh utama zat yang terkandung dalam rokok adalah pada penyakit jantung. Nikotin dapat mengganggu kerja jantung dan dapat menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah jantung. CO menyebabkan pasokan oksigen untuk jantung berkurang. Asap rokok dapat merusak hati dan sirkulasi darah, karbon monoksida dari asap rokok dan nikotin membuat pembuluh darah menyempit dan membatasi aliran darah dan juga meningkatkan resiko penggumpalan darah.
- Kesehatan Reproduksi
Nikotin yang beredar melalui darah akan dibawa keseluruh tubuh, termasuk organ reproduksi.
- Tulang
Merokok dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang dan menyebabkan tulang menjadi cepat lemah dan rapuh. Hal tersebut dikarenakan zat yang terdapat dalam rokok dapat mempengaruhi keseimbangan hormon estrogen yang diperlukan tulang.
- Kanker kulit, mulut, bibir dan kerongkongan
Tar yang ada di dalam rokok dapat mengikis selaput lendir di dalam mulut, bibir dan kerongkongan. Ampas tar yang tertimbun merubah sel-sel yang sebelumnya normal menjadi sel ganas yang menyebabkan kanker.
- Merusak otak dan indera
Penelitian yang dilakukan oleh Edinburgh University, mendapati bahwa perokok berat memiliki korteks otak yang lebih tipis dibandingkan dengan yang tidak merokok atau berhenti merokok. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa berhenti merokok dapat mengembalikan ketebalan korteks otak.
c. Perokok pasif
Perokok dapat dikategorikan menjadi perokok aktif dan perokok pasif. Perokok pasif adalah seseorang yang menghirup asap rokok dari orang yang merokok ataupun asap yang berasal dari ujung rokok. Perokok pasif juga dikenal dengan sebutan Secondhand Smoke (SHS). Lebih dari 4000 bahan kimia yang terkandung dalam asap rokok dan sekitar 40 diantaranya bersifat karsinogenik (penyebab kanker) yang akan dihirup oleh perokok pasif.
Di UK diperkirakan sekitar 2 juta anak yang terpapar asap rokok di dalam rumah. Di Indonesia, angka tertinggi untuk perokok pasif ada pada usia anak, sekitar 69,5% anak umur 0-4 tahun, 70,6% umur 5-9 tahun, dan 70,7% umur 10-14 tahun terpapar asap rokok. Oleh sebab itu, perokok pasif merupakan bahaya kesehatan terbesar pada jutaan anak di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Biasanya, anak yang berasal dari sosial ekonomi rendah lebih banyak terpapar oleh asap rokok atau menjadi perokok pasif.
d. Pengetahuan anak tentang bahaya asap rokok
Beberapa penelitian menunjukan bahwa pengetahuan anak tentang bahaya asap rokok masih rendah. Anak tidak mengetahui tentang kandungan pada asap rokok, hanya sedikit yang mengetahui kandungan pada asap rokok dan sebagian besar hanya mengetahui nikotin. Selain itu, anak masih menganggap bahwa rokok hanya membahayakan perokok saja, anak tidak mengetahui bahwa asap yang dihasilkan juga berbahaya bagi orang disekeliling perokok. Rendahnya pengetahuan tentang rokok tidak hanya mengetahui bahaya merokok bagi kesehatan dikarenakan mereka belum merasakan akibatnya.
C. Metode Penelitian
- Ruang Lingkup Penelitian
Pada Bulan Januari 2023 penelitian ini sudah mulai dilakukan dan dikerjakan proposalnya. Tempat Penelitian ini dilakukan di SMK Cinta Kasih Tzu Chi yang tempatnya berada di Jakarta Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta.
Target sampel yang dilakukan dalam penelitian yang ada di SMK Cinta Kasih Tzu Chi ini adalah siswa/siswi yang berusia antara 13-18 tahun yang sudah pernah melakukan tindakan merokok. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus sampling seadanya atau Accidental sampling yaitu pengambilan responden untuk dijadikan sampel yang dirasa cocok untuk dijadikan sumber data.
Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat deskriptif. Tujuan dari penelitian ini sendiri yaitu meneliti dampak, sebab, dan akibat dari perilaku merokok di SMK Cinta Kasih Tzu Chi dan dapat memberikan sosialisasi pencegahan mengenai perilaku merokok di SMK Cinta Kasih Tzu Chi.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data-data dan mewawancarai beberapa siswa untuk menanyakan pendapat serta pandangannya. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian aksi yang digunakan untuk membuat tindakan khusus sesuai dengan teori yang dijelaskan dalam penelitian ini.
D. Jadwal Pelaksanaan
Daftar Pustaka
Utami, Novitasari Dwi. 2019. “Perilaku Merokok Pada Anak Usia Sekolah”. Diakses pada 24 Januari 2023 https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/89659.
Zalukhu, Chrisman. 2021. “Gambaran Pengetahuan Siswa tentang Bahaya Merokok di SMA Negeri 1 Afulu Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara”. Diakses pada 24 Februari 2023 http://repo.poltekkes-medan.ac.id/jspui/bitstream/123456789/3534/1/PROPOSAL%20
Muhammadiyah, Universitas. 2018. "Bahaya Rokok Bagi Kesehatan". Diakses pada 24 Febuari 2023 http://repository.unimus.ac.id/1073/3/BAB%20II.pdf.
Setiyanto, Dwi. 2013. "Perilaku Merokok di Kalangan Pelajar 2013". Diakses pada 3 Februari. 2023 https://media.neliti.com/media/publications/13627-ID-perilaku-merokok-di-kal
angan-pelajar-studi-kasus-tentang-faktor-dan-dampak-dari.pdf.
Hendri. 2014. ”Pengaruh Terpaan Iklan Pictorial Warning Rokok pada Kemasan Rokok di TVC terhadap Sikap untuk Berhenti Merokok pada Perokok Dewasa di Kota Yogyakarta”. Diakses pada 24 Februari 2023. http://e-journal.uajy.ac.id/7824/2/KOM104172.pdf
Komentar
Posting Komentar